Mitos seputar Goa Pindul

Tetetsan air stalaktit di Goa pindul konon katanya bisa menambah awet muda bagi kaum wanita.

Tetetsan air stalaktit di Goa pindul konon katanya bisa menambah awet muda bagi kaum wanita.

Goa Pindul yang kini menjadi primadona objek wisata Gunungkidul, bukan hanya menyimpan banyak keindahan, tetapi juga mempunyai banyak cerita terkait Kerajaan Mataram. Bahkan ada mitos terkait dengan stalaktit atau stalakmit di dalamnya.

Nama Pindul sendiri terkait cerita keluarga Kerajaan Mataram. Konon, kata ‘pindul’ berasal dari dua kata, yakni ‘pipi kejendul’ alias bagian wajah terbentur, yakni terbentur bagian gua yang sempit. Konon, hal ini dialami salah satu keluarga Kraton Yogyakarta.
Karena posisi goa di sepanjang aliran sungai, konon bagian dalam goa ini sering digunakan untuk semedi atau bertapa. Di samping keadaan gelap, suasaa juga sangat sepi, sehingga hening dan pas untuk mengheningkan cipta. Lokasi tempat bertapa berada di kanan-kiri sungai, di antara stalaktit dan stalakmit.
Sementara itu sejumlah mitos mewarnai isi goa tersebut. Di antaranya ada batu berbentuk lonjong menjulang ke atas. Konon, batu tersebut mempunyai khasiat membuat pria menjadi perkasa. Caranya adalah dengan memegang batu tersebut. “Jika ada pria memegang batu ini, maka ia akan menjadi pria perkasa,” kata seorang pemandu wisata.
Kalau yang ini terkait dengan kaum pria, di sisi lain juga ada mitos terkait kaum hawa. Yakni pada bagian atap goa yang secara terus menerus meneteskan air. Konon, setiap perempuan yang terkena tetesan air tersebut, maka ia akan menjadi seorang wanita yang cantik nan jelita.
Kalau anda mengunjungi Goa Pindul, semua ini akan dijelaskan secara gamblang oleh pemandu. Bahkan kalau kurang jelas atau masih penasaran bisa ditanyakan lebih lanjut. Silakan mencoba! (Fie)

2 Replies to “Mitos seputar Goa Pindul”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.