Mengagumi Goa Gelatik: Tempat Bertapa Prabu Anglingdarma

Bagi kamu penyuka adrenalin dan wisata petualangan, belum lengkap rasanya jika berwisata ke Goa Pindul tanpa mengunjungi sembilan gua lainnya. Satu diantaranya gua yang wajib dikunjungi adalah Goa Gelatik. Konon, Goa Gelatik merupakan tempat Prabu Anglingdarma bertapa. Nama Gelatik sebenarnya diambil dari dua kata dalam Bahasa Jawa, gela dan sithik.

Kala Sang Prabu bertapa di Goa Gelatik, seseorang mengganggu ritualnya yang sakral. Prabu Anglingdarma, yang juga salah seorang keturunan dari Arjuna­ pun geram. Ia kecewa, tapi tak sampai hati kala melihat penganggu ritualnya. Bagaimana ia bisa kecewa berlebihan jika yang mengganggunya seorang gadis cantik jelita?

Berangkat dari kisah itu, gua tempatnya bertapa disebut Goa Gelatik. Prabu Anglingdarma gela (kecewa), tetapi hanya sithik (sedikit). Tak hanya Prabu Anglingdarma, hingga kini pun terkadang Goa Gelatik masih dijadikan tempat bertapa bagi masyarakat lokal yang percaya.

 

Di waktu-waktu tertentu, khususnya pada tanggalan Jawa, akan ada seseorang bertapa di gua. Jika ada barisan kerikil di mulut gua, orang lain tak diperbolehkan masuk. Barisan kerikil itu merupakan tanda bahwa ada yang sedang menjalankan ritual pertapaan.

Mulut gua yang sempit ini ternyata cukup membuat nyali seseorang ciut. Kontak visual hanya sebatas pada lampu senter yang kita bawa. Dibekali helem speleo, wisatawan akan dipandu pemandu profesional dalam urusan ilmu keguaan. Dibekali pengetahuan yang cukup tentang sejarah dan pengetahuan “gua”, wisatawan akan diajak mengagumi perut bumi Jogja Lantai Dua.

Tak hanya stalagtit dan stalagmit yang membuat kita kagum. Ratusan kampret (kelelawar kecil pemakan buah) akan terbang di atas kepala kita. Pun saat para pemandu mengajak kita berefeksi barang sejenak. Mensyukuri nikmat atas anugerah indera penglihatan yang telah diberikan Sang Pencipta. Akan membuat wisatawan semakin bersyukur pada kehidupan yang amat singkat.

Perlu diketahui, dalam urusan susur gua. Wisatawan dilarang memegang dinding gua, baik yang masih meneteskan air maupun yang tidak. Hal ini adalah bagian dari edukasi keguaan. Bahwa proses terbentuknya dinding gua yang cantik, membutuhkan waktu berjuta tahun lamanya. Pun itu telah disampaikan pemandu wisata dari Desa Wisata Bejiharjo.

Referensi artikel: Goa Gelatik: Indahnya Tempat Bertapa Prabu Anglingdarma

Tertarik untuk susur Goa Gelatik?

Bagi kamu yang ingin ke Goa Gelatik, kamu dapat memesan melalui sms/ telepon pada nomor 085741973511 (Arif Sulistyo).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.