Dewabejo Goa pindul siap dapat kunjungan 1000 pengunjung per hari

beritaGoa pindul yang menjadi primadona pariwisata di Gunungkidul kini beranjak 6 tahun, kelompok peristis Goa pindul Pokdarwis Dewabejo slalu mencoba membuat inovasi terbaru. Salah satu inovasi terbaru yang dibuat oleh pokdarwis dewabejo yaitu membuat pelampung sendiri dengan bahan yang tidak kalah dengan merk merk jaket pelampung yang dijual di toko – toko outdoor.

Sampai saat ini dewabejo sudah mempunyai jaket pelampung kurang lebih 1500 buah, sedangkan ban pelampung mempunyai hampir 1000 buah. Jika dirata rata perhari, dewabejo mampu melayani tamu maksimal 1000 pengunjung perhari di Goa pindul. Agar tercipta keamanan dan kenyamanan setiap harinya jaket pelampung dan ban pelampung slalu dikontrol oleh petugas pelampung. Selain dicek setiap harinya, Jaket pelampung yang dipakai oleh pengunjung setelah dipakai aktivitas wisata setiap sore petugas slalu mencuci jaket pelampung tersebut agar tidak berjamur dan tidak berbau.

Demi kenyamanan pengunjung peralatan safety yang kami gunakan untuk kegiatan pariwisata di Desa wisata bejiharjo sangat berkualitas, mulai dari bahan yang digunakan untuk membuat jaket pelampung, Ban dalam, hingga tali pengait pada ban.

Jadi tunggu apalagi, jika berkunjung ke Goa pindul pastikan mencari operator wisata yang mempunyai peralatan safety yang berstandar, salah satunya Pokdarwis Dewabejo dengan ciri – ciri jaket pelampunnya berwarna merah.

Senin Bersih Kawasan Goa Pindul

img-20161128-wa0001

Senin 28 November, 2016 Team pemandu Dewabejo Goa pindul yang diketuai saudara Anaz membersihkan lingkungan sekitar Goa pindul. Menurut anaz dan team nya membersihkan lingkungan Goa pindul dilakukan setiap hari senin, dikarenakan setiap hari senin sepi pengunjung, dia beserta team nya berinisitatif membersihkan sekitar Goa pindul.

Dimulai dari mulut Goa, mereka mengumpulkan sampah sampah yang berserakan di pintu masuk Goa mulai dari sampah plastik hingga ranting ranting kayu. Dengan peralatan sederhana anaz beserta teamnya mulai masuk ke lorong – lorong Goa untuk memebersihkan sampah yang menempel di dinding Goa pindul.

Menurut mereka agenda rutin membersihkan Goa pindul sangat baik, walaupun baru beberapa orang yang sadar akan kebersihan Goa pindul, akan tetapi mereka ikhlas melalukan pembersihan di Goa pindul.

Selain membersihkan lingkungan Goa pindul, ditempat berbeda para pemandu juga membersihkan lokasi start Body Rafting Sungai Oyo hingga Air terjun ditengan perjalanan Body Rafting, Ucil salah satu pemandu Dewabejo Goa pindul sebagai salah satu penggagas kebersihan di Sungai Oyo, selain rumah nya dekat dengan sungai Oyo Ucil juga merupakan pemandu senior di Dewabejo.

 

Dewabejo Goa pindul diserbu ratusan wisatawan

img_20161122_180515Ratusan wisatawan masih memadati obyek wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul. Sebagian besar wisatawan yang memadati kawasan Goa Pindul yang ada di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo itu berasal dari luar kota. Selain mobil pribadi juga ada rombongan yang menggunakan bis pariwisata. Wisatawan yang datang ke Goa Pindul untuk menikmati wisata susur sungai bawah tanah yang ada di kawasan tersebut. Mereka rela antre lama di depan mulut gua karena banyaknya rombongan yang akan masuk susur sungai. Sebanyak 1200 orang tercatat di buku loket pendaftaran Sekretariat Dewabejo pada hari Sabtu 19 November 2016 sedangkan pada hari Minggu tanggal 20 November 2016 hanya kisaran 800 an pengunjung. Jumlah yang cukup banyak dibandingankan hari – hari biasa.

Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk mengantri masuk ke goa pindul pada hari sabtu dan minggu untuk tamu yang belum reservasi ke operator Dewabejo, jadi kami selaku operator wisata Goa pindul menghimbau bagi wisatawan yang akan berkunjung ke goa pindul diharapkan untuk reservasi terlebih dahulu agar perjalanan anda lebih aman dan nyaman.

Cave Tubing Desa Bejiharjo, Sensasi Menyusuri Goa Pindul

#9Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali obyek wisata yang menarik dikunjungi. Dari mulai wisata budaya, kuliner hingga wisata alam. Coba Anda tengok pantai-pantai di selatan kota Yogya, sungguh indah dan memanjakan mata kita.

Salah satu pilihan tempat wisata saat Anda berkunjung ke Yogyakarta adalah Desa Wisata Bejiharjo yang terletak di kabupaten Gunung Kidul, tak jauh dari ibukota Wonosari. Jika Anda membawa kendaraan dari Yogyakarta, jaraknya kira-kira sekitar 1,5 jam perjalanan.

Di desa ini, Anda dapat melakukan satu kegiatan wisata yang jarang ditemukan di tempat wisata lain di Indonesia, yaitu cave tubing. Cave tubing adalah kegiatan wisata yang hampir sama dengan rafting (arum jeram). Perbedaannya rafting menggunakan perahu karet, maka cave tubing menggunakan ban karet.

Cave Tubing Gua Pindul

Goa Pindul memiliki keindahan alam baik di dalam maupun di area luar gua. Aliran air yang berwarna kehijauan dikelilingi oleh kilauan batu-batu stalaktit dan stalakmit yang sudah berusia ribuan tahun menambah pesona obyek wisata yang terletak di kawasan Desa Wisata Bejiharjo ini. .

Setiap wisatawan yang hendak melakukan cave tubing cukup membayar Rp35.000 per orang. Dengan ditemani seorang pemandu, wisatawan dapat menyusuri gua sepanjang 350 meter ini menggunakan ban dalam dan jaket pelampung yang telah disediakan. Aliran air yang tenang memungkinkan wisata cave tubing ini aman untuk dilakukan oleh pemula, baik orang tua maupun anak-anak.

Menurut Yudi, salah seorang pemandu, nama gua Pindul sendiri berasal dari sebuah kisah tentang seorang pemuda bernama Joko Singlulung yang mencari ayahnya yang hilang. Dengan menyusuri sungai dan gua, tiba-tiba kepalanya terbentur salah satu batu gua ini sehingga menyebabkan pipinya bengkak (njendul-bahasa Jawa, Red.) Sehingga akhirnya nama gua ini dinamakan gua Pindul, yang merupakan singkatan dari pipi njendul.

Ketika menyusuri gua ini, wisatawan akan menemukan beberapa tempat menarik, seperti susunan batu besar stalaktit yang jika dipukul akan berbunyi seperti gong. Dan di ujung gua, wisatawan akan menemukan lubang besar seperti posisi sumur yang terbalik. Ketika posisi matahari tepat berada di atas kepala, akan terlihat sinar matahari yang masuk melalui lubang gua dan terlihat sangat indah. Di tempat ini, biasanya para wisatawan berhenti dan berfoto sejenak sebelum mengakhiri perjalanan menyusuri gua Pindul.

Body Rafting Sungai Oyo

Sungai yang letaknya tidak begitu jauh dari gua Pindul ini juga menawarkan pemandangan yang sangat indah. Wisatawan bisa melakukan Body Rafting di sungai Oyo ini sejauh 5 kilometer. Di musim kemarau, aliran air sungai tidak begitu deras sehingga memungkinkan melihat batu-batu yang besar yang dipahat sangat indah secara alamiah di kiri-kanan sungai.

Di tengah perjalanan akan disuguhi air terjun yang merupakan aliran air dari gua Pindul. Bentuk air terjun yang sangat indah juga menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto maupun bermain air. Di sini, wisatawan juga bisa melakukan sedikit atraksi dengan melompat dari ketinggian 15 meter. Dan di akhir perjalanan, kita akan menemukan hamparan persawahan dari desa Bejiharjo yang menghijau.

Untuk bisa menikmati Body Rafting sungai Oyo, wisatawan cukup membayar Rp45.000, sudah termasuk satu pemandu, ban karet dan jaket pelampung.

Mike Eng Naftali, Foto-foto: Mike Eng Naftali/NOVA

Proses Terbentuknya Goa Pindul

Dewabejo, ornamen goa pindul

Terbentuknya Goa Pindul itu sendiri tidak terlepas dari adanya proses pelapukan pada wilayah kapur.Pelapukan adalah peristiwa penghancuran massa bantuan,baik secara fisik,kimiawi,maupun secara biologis.Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat begitu lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang telah mengalami proses pelapukan akan berubah menjadi tanah.Apabila tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah tersebut dinamakan tanah mineral.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelapukan batuan antara lain yaitu:

  1. Keadaan struktur batuan

Struktur batuan adalah sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh batuan.Sifat fisik batuan, misalnya warna batuan, sedangkan sifat kimia batuan adalah unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuantersebut. Kedua sifat inilah yang menyebabkan perbedaan daya tahan batuan terhadap pelapukan

  1. Keadaan topografi

Topografi muka bumi juga ikut mempengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan. Batuan yang berada dilereng curam cenderung akan mudah lapuk dibandingkan dengan batuan yang berada di tempat landai. Pada lereng yang curam batuan akan mudah terkikis karena langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar

  1. Cuaca dan iklim

Unsur cuaca dan iklim yang mempengaruhi proses pelapukan adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, angin, dan lain-lain. Pada daerah yang memiliki iklim lembab dan panas, batuan akan cepat mudah mengalami pelapukan. Pergantian temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin akan semakin cepat proses pelapukan.

  1. Keadaan Vegetasi

Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga akan mempengaruhi proses pelapukan, sebab akar-akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah-celah batuan. Apabila akar batuan tersebut semakin membesar, maka kekuatannya akan semakin besar pula dalam menerobos batuan.

         Jika dikaji prosesnya, pelapukan yang terjadi di Goa Pindul adalah sebagai akibat adanya pelapukan secara kimiawi. Pelapukan kimiawi yaitu proses pelapukan masa batuan yang disertai dengan perubahan susunan kimiawi batuan yang lapuk tersebut. Proses yang terjadi dalam pelapukan kimiawi ini disebut juga dengan nama Dekomposisi.Pelapukan kimiawi banyak terjadi di daerah panas dan lembab sebab tersedianya air yang membasahi dan melarutkan batuan kapur Terdapat 4 macam proses yang termasuk pada pelapukan kimia, yaitu sebagai berikut:

  1. Proses Hidrasi,  yaitu proses batuan yang mengikat batuan diatas permukaan saja. Proses pelapukan ini adalah air sebagai zat pelarutnya. Molekul-molekul air sebagai zat pelapuknya teradsorpsi (tertarik atau tertangkap)oleh satu zat
  2. Hidrolisa, yaitu proses penguraian air(H2O) atas unsur-unsurnya menjadi ion positif dan negatif. Jenis pelapukan ini terkait dengan pembentukan tanah liat
  3. Oksidasi, yaitu proses pengkaratan besi. Oksigen sebagai zat pelapuknya yang terlarut dalam air atau terdapat dalam udara yang lembab. Proses oksidasi terlihat pada pelapukan batuan yang banyak mengandung unsur besi dengan oksigen. Proses pelapukan ini berlangsung sangat lama, tetapi batuan akan pasti akan mengalami proses pelapukan
  4. Karbonasi, yaitu pelapukan batuan oleh karbondioksida (CO2). Gas ini terkandung pada uap air menjadi air hujan. jenis batuan yang mudah mengalami karbonasi adalah batuan kapur. Reaksi antara karbondioksida dengan batuan kapur akan menyebabkan batuan menjadi rusak. Pelapukan ini berlangsung dengan bantuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (karbondioksida) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CacO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan yang dapat menimbulkan gejala karst. Proses pelapukan batuan secara kimiawi di daerah karst disebut dengan kartifikasi.

      Bentukan-bentukan relief yang terdapat didalam goa kapur tidak terlepas akibat adanya proses pelapukan kimia, berupa karbonasi. Zat pelapuk dalam proses ini adalah karbondioksida (CO2) yang bereaksi dengan air (H2O) menjadi kalsium bikarbonat

Karst merupakan salah satu bentuk pelapukan kimiawi. Karst adalah daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga apabila ada air di permukaan maka akan selalu merembes ke dalam tanah.Gejala atau bentuk-bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya yaitu: dolina (lubang-lubang yang berbentuk corong), ponor (lubang yang air tanahnya dalam), goa dan sungai bawah tanah, Stalaktit (batuan yang bergantungan pada atap goa), stalakmit (batuan yang berada didasar goa).

Stalaktit dan stalakmit adalah bentuk alam khas di daerah karst. Stalaktit dan stalakmit terbentuk akibat dari proses pelarutan air di daerah kapur yang berlangsung secara terus menerus. Air yang larut di daerah karst akan masuk kelubang-lubang kemudian turun ke goa dan menetes-netes dari atap goa ke dasar gua. Tetesan air ini lama-lama berubah jadi batuan yang bentuknya runcing-runcing seperti tetesan air. Stalaktit  adalah batu yang terbentuk di atap goa, bentuknya meruncing kebawah, sedangkan stalakmit merupakan batu yang terbentuk di dasar goa bentuknya meruncing ke atas.

        Stalakmit adalah jenis speleothem (mineral sekunder ) yang membentuk suatu gundukan di lantai goa. Stalakmit terbentuk karena tetesan air dari atas langit-langit goa yang mengandung mineral, dan secara terus-menerus jatuh ke lantai goa tersebut terus mengendapkan material, dan membangun suatu gundukan.

Stalaktit adalah jenis speleothem (mineral sekunder ) yang menggantung dari langit-langit goa kapur. Ia termasuk dalam jenis batu tetes (dripstone). Stalaktit terbentuk akibat adanyapengendapan kalsium karbonat dan minerallainnya, yang terendapkan pada larutan air mineral. Batu kapur adalah batuan kalsium karbonat yang dilarutkan oleh air yang mengandung karbondioksida, sehingga membentuk larutan kalsium bikarbonat.

 Goa Pindul merupakan Goa basah, karena terdapatnya sungai yang masih mengalir dari bagian depan hingga mulut goa di bagian belakang. Pada awal terbentuknya Goa Pindul dengan sungai yang mengalir berada didalamnya terjadi sebagai akibat karena adanya proses pelarutan oleh air hujan yang jatuh di daerah kapur meresap melalui celah atau retakan yang disebut diaklas, mengikis daerah yang dilaluinya maka retakan atau celah itu akan semakin lebar dan membesar Jika retakan atau celah membentuk lubang-lubang yang saling berhubungan dan terdapat aliran air maka terbentuklah sungai di bawah tanah

Terbentuknya sungai di bawah tanah yang berada di Goa Pindul sesuai dengan penjelasan yang dijelaskan oleh Teori Deep Phreatic-Cjivic (1893), Grund (1903), Davis (1930) dan Bretz (1942). Teori ini  menjelaskan bahwa permulaanterbentuknya goa dan kebanyakan pembesaran pergoaan terjadi dikedalaman yang acak berada di bawah water table, sering kali juga terdapat pada zona phreatic yang dalam.Goa-goa diperlebar sebagai akibat dari korosi oleh air phreatic yang mengalir pelan.

Keindahan Objek Wisata Goa Pindul di Gunung Kidul

Goa Pindul merupakan salah satu destinasi yang sangat cantik di kawasan Yogyakarta yang wajib kamu kunjungi. Tempat wisata ini terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul Yogyakarta. Goa Pindul merupakan salah satu gua yang di dalamnya terdapat sebuah aliran sungai bawah tanah yang memanjang dari mulut gua sampai ekornya.

Wisata Goa Pindul resmi dibuka untuk umum pada 10 Oktober 2010. Gua ini mempunyai pemandangan yang sangat eksotis, jadi tidak usah heran bila banyak wisatawan yang berbondong-bondong setiap harinya untuk menikmati keindahan objek wisata Goa Pindul. Berikut ini adalah ulasan tentang keindahan Goa Pindul yang sangat eksotis.

Continue Reading →

Ada Apa dengan Dewa Bejo Goa pindul ?

100_1304

Dewa Bejo? Ada hubungan apa dengan dewa-dewa yang ada di kisah Mahabarata atau Baratayudha? Mendengar Dewa Bejo tentu akan membuat Anda kepo bukan? Pun demikian dengan saya saat pertama kali mendengarnya. Saya pikr, dia sebangsa dengan Dewa Wisnu, Dewa Shiva, atau dewa yang lain.

Ups, ternyata jauh… Sama sekali tak ada hubungannya. Sebab Dewa Bejo itu ternyata singkatan dari sebuah tempat wisata di Kabupaten Gunung Kidul. Desa Wisata Bejiharjo demikian kepanjangannya. Sebuah desa wisata yang terletak di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta (DIY). Praktis, secara geografis letak desa wisata ini lebih dekat ke arah Kota Wonosari, ibu kota Kab. Gunungkidul. Jika ditempuh dari Kota Yogyakarta kurang lebih 35 km., dengan melewati pegunungan yang cukup indah pemandangannya.

Dahulu Gunungkidul dikenal sebagai wilayah yang sulit air. Pun demikian juga kehidupan ekonomi yang memprihatinkan. Namun hal tersebut tidak berlaku lagi sekarang. Berkat pengembangan dan inovasi pemerintah daerah dalam hal peningkatan kegiatan sadar wisata, Gunungkidul saat ini dikenal sebagai ‘surga baru’ wisatawan. Puluhan desa wisata dan objek wisata yang baru dikembangkan dan dikenalkan ke publik.

5

Rintisan kelompok-kelompok sadar wisata sejak tahun 2010-an, kini telah menunjukkan hasilnya. Desa wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) ini adalah salah satu desa sadar wisata terbaik di Provinsi DIY pada tahun 2012 yang lalu. Potensi wisata yang sudah mendunia adalah cave tubing Goa Pindul. Disamping wisata susur kali/sungai Oya yang tak kalah menarik. Pengembangan objek Dewa Bejo yang mulai dibuka sejak pertengahan tahun 2010 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tak lepas dari partisipasi semua pihak dalam memandang pentingnya pengembangan potensi wisata kreatif untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. Meski dalam beberapa waktu sempat mengalami kendala akibat pengelolaan potensi wisata yang merupakan aset pribadi. Namun hal itu dapat diselesaikan secara musyawarah khas masyarakat Yogya.

Selain wisata alam yang menantang, potensi budaya berupa Wayang Beber. Dimana kesenian tradisional tersebut sudah menjadi salah satu cagar budaya nasional. Sebab keberadaannya yang dikhawatirkan makin punah. Seperti diketahui bahwa artefak purbakala saat ini hanya ada 2 di Indonesia. Sebuah tersimpan di Pacitan, sementara yang satunya lagi terdapat di Dusun Bleberan, Desa Bejiharjo.

Tak ketinggalan, bidang pendidikan pun sempat meraih prestasi nasional dengan Omah Sinau-nya. Disamping budidaya ikan perairan tawar yang mulai dilirik, kerajinan pembuatan blangkon menjadi salah satu andalan produk nasional. Wisatawan pun disila jika ingin praktik belajar membuat blangkon. Sementara untuk menunjang kenyamanan wisatawan, disediakan pulahomestay dengan tarif yang sangat ekonomis. Cukup dengan 30 – 50 ribu per orang sudah dapat menginap untuk semalam. Cukup menarik bukan?

artikel by Nuzulul Arifin

Sensasi Caving Goa Pindul di Gunung Kidul

Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta memang mempunyai banyak tempat wisata. Kalau biasanya kita selalu dikait-kaitkan dengan pantainya yang mempesona. Ternyata ada tempat wisata lainnya yang tidak kalah bagusnya dari pantai. Didaerah Gunung Kidul ini juga ada goa yang bisa kita susuri. Ada banyak goa yang ada di Gunung Kidul, dan salah satu goa yang sudah pernah aku kunjungi adalah Goa Pindul.

#9

Goa Pindul ini berada didusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Panjang goa Pindul ini sekitar 350 meter, kita dapat menyusuri goa ini menggunakan sebuah ban dalam mobil/truk. Dari sana kita akan merasakan sensasi yang cukup berbeda. Pokoknya seru deh, tapi sebenarnya akan lebih seru lagi kalau saat kita menyusuri goa ini dalam keadaan sepi. Tidak terlalu ramai oleh pengunjung.

Dari lokasi pembayaran HTM yang 35k, kita akan meminjam pelampung dan membawa sebuah ban dalam setiap orang. Setelah itu kita berjalan sekitar 15 menit untuk menuju start awal kita masuk ke goa ini. biasanya dalam satu regu/kelompok kita dibatasi 10-15 orang. Tergantung ramai/sepinya pengunjung. Tapi kayaknya akhir-akhir ini sih pengunjung Goa Pindul nggak ada sepinya. Malahan sempat tersebar foto saat Goa Pindul overload.

Setiap kelompok akan diurusi dua petugas, satu bagian depan sebagai petunjuk arah, dan satunya dibelakang sebagai mengatur atau menjaga peserta yang mungkin tertinggal. Jadi setiap orang per kelompok wajib saling pegang-pegangan tali ban biar nggak tercecer. Sampai didalam kita bisa melihat stalagmit dan juga stalaktit. Selain itu juga kita bisa melihat gerombolan penghuni goa Pindul (sekawanan kelelawar) yang biasa mereka sebut dengan nama “Kampret”.

#18
Sebenarnya goa ini mulai terdengar ramai sekitar tahun 2010an. Hingga sekarang goa ini menjadi salah satu tempat yang begitu diminati oleh kalangan mahasiswa atau pengunjung yang berlibur di Yogyakarta. Kita berharap goa ini, ataupun goa-goa lainnya bisa tetap terjaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dan yang pasti pengunjung maupun pengelola bisa lebih bijak dengan menerima pengunjung goa tidak asal dimasukkan. Seperti kasus beberapa bulan kemarin yang pengunjungnya terlihat manusia semua, mereka tidak bisa bergerak karena overload.

#21

Semoga tempat wisata goa Pindul ini bisa menjadi salah satu alternatif kalian yang ingin merasakan sensasi menyusuri goa. Walau jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi tetap saja sensasinya akan terasa berbeda. Pokoknya dijamin kalian tidak akan pernah menyesal ke goa ini. oya, masukan saja, kalau bisa kesini pas tidak hari-hari libur. Jadi tidak terlalu banyak pengunjungnya. Biar bisa lebih menikmati ketenangan di dalam goa Pindul.

Artikel by Nasirullah Sitam

Menyusuri gelapnya lorong goa pindul

Sebuah petualangan mengarungi aliran sungai bawah tanah ditambahi dengan sodoran legenda pengembaraan pencarian sang ayah oleh Joko Singlulung. Menyusuri gelapnya lorong goa dengan menggunakan ban pelampung menambah asik dan serunya perjalanan.

15

Goa Pindul merupakan tempat menyatunya 7 goa dan tempat mengalirya serangkaian aliran sungai bawah tanah yang terdapat di desa Bejiharjo, Karangmojo. Dolaners dapat merasakan sensasi petualangan yang asik dan juga menegangkan, karena sungai mengalir didalam Goa Pindul menawarkan sejuta pesona. Sekitar 45 hingga 60 menit Dolaners diajak menysuri gelapnya sungai sepanjang 300 dengan menggunakan ban pelampung. Petualangan yang ditawarkan kepada Dolaners tersebut merupakan perpaduan dari caving dan body rafting tersebut yang akrab dipanggil dengan sebutan cave tubing.

Beberapa peralatan yang dibutuhkan saat pengunjung beraktifitas Cave Tubing Goa Pindul Yogyakarta adalah ban pelampung, head lamp dan life vest yang secara keseluruhan telah disiapkan oleh pengelola. Sungai yang memiliki aliran yang tenang ini aman bagi siapapun baik anak-anak hingga orang dewasa. Waktu yang baik dalam melakukan aktifitas ini adalah sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, pada kisaran jam tersebut ketika cuaca sedang cerah maka Dolaners akan menyaksikan munculnya cahaya surga. Cahaya surga ini berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah besar pada atap goa.

Konon menurut legenda, Goa Pindul dipercayai secara turun temurun oleh masyarakat sebagai kisah dari pengembaraan Joko Singlulung dalam mencari ayahnya. Seorang pemandu pun akan menceritakan asal-usul tempat ini sehingga dinamai Goa Pindul. Singkat cerita adalah Joko Singlulung menjelajahi hutan lebat, gunung dan sungai kemudian memasuki goa. Ketika memasuki Goa Joko Singluhung terbentur sebuah batu, kejadian itulah yang membuat tempat tersebut disebut dengan Goa Pindul yang berasal dari kata unik yaitu pipi gabendul.

Hal lain yang akan dijelaskan pemandu kepada pengunjung adalah tentang ornamen-ornamen seperti moonmilk, kristal serta stalaktit dan stalagmit. Pada beberapa atap juga terdapat lukisan alami hasil dari penghuni goa yaitu binatang kelelawar. Ditengah Goa Pindul juga terdapat sebuah tempat yang mirip dengan kolam besar dan biasanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan sejenak.

1476201_567522726660362_941063158_n

artikel by : Dolaners

Dewabejo Juara I Lomba Pokdarwis DIY

Ketua Pokdarwis Dewabejo dan tropy penghargaannya (Foto: Agus Waluyo)

Ketua Pokdarwis Dewabejo dan tropy penghargaannya (Foto: Agus Waluyo)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bejiharjo (Dewabejo) ditetapkan sebagai pokdarwis terbaik dalam lomba pokdarwis tingkat DIY 2014. Dewabejo pengelola Goa Pindul ini mengalahkan rivalnya perwakilan dari kabupaten/kota se DIY. Kelompok ini segera diajukan dalam lomba yang sama tingkat nasional. Selain mendapatkan tropy juga hadiah uang pembinaan Rp 7 juta.

Keberhasilan Dewabejo menjadi juara I tingkat DIY  melengkapi prestasi yang diraih pada 2012 sebagai desa wisata terbaik tingkat DIY dan tingkat nasional. “Prestasi ini merupakan tantangan bagi kami untuk lebih meningkat terutama agar pokdarwis dan desa wisata Goa Pindul benar-benar mampu meberdayakan masyarakat menuju sejahterta,” ujar Subagyo Ketua Pokdarwis Dewabejo usai menerima penghargaan dari Dinas Pariwisata DIY di Kawasan Objek Wisata Goa Pindul, Selasa (25/03/2014).

Ir Joko Kuntoro Ketua Tim Yuri Lomba Pokdarwis 2014 mengatakan bahwa dari hasil klarifikasi lapangan kejuaraan lomba pokdarwis juara 1 – 3 masing-masing Pokdarwis Dewabejo Bejiharjo, Pokdarwis Pantai Baru Bantul dan  Pokdarwis Hargowilis Kulonprogo.

Juara harapan 1 -3 masing-masing Pokdarwis Kalisuci Semanu,  Pokdarwis Teplok Pesiran Kota Yogyakarta  dan Pokdarwis Santan Bantul. Penyerahan penghargaan oleh kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Ir Sinang Sidarta juga dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Gunungkidul  Hari Sukmono.

Kriteria penilaian meliputi sadar wisata, implementasi sapta pesona, potensi wisata serta faktor pendukung lainnya. Tim yuri terdiri dari Ir Joko Kuntoro dari Asitar, Drs Joko Purwanggono dari HPI, Drs Octo lampito MPd dari SKH Kedaulatan Rakyat,  Hendry Branmantyo dari Puspar UGM dan  Broto Yogantoro dari Forkom Desa Wisata DIY. (Awa)